Thursday, August 21, 2008

WBL 16 - 17 Agustus 08 (II)

Minggu ini perjalanan saya lanjutkan ke arah utara barat, tepatnya ke Pantai Tanjung Kodok atau lebih dikenal dengan WBL (Wisata Bahari Lamongan). Sebenarnya saya kurang setuju untuk main kesana (seperti diketahui cuaca disana sungguh panas), tapi karena kebijakan pak bos begitu ya gimana lagi...

Berangkat Sabtu pagi (sekitar jam 9) agar sampai sana pas makan siang. Tujuan pertama ke resort kesampaian sekitar jam 11 siang. Istirahat bentar, makan siang dan akhirnya tidur (cuaca panasss...).
Nah kalo ada sisi menarik dari resort ini adalah kita bisa menikmat indah sunset dari sini (baru tau kalau di Lamongan ada sunset juga kekeke...). Malam pun tiba untuk menikmati santapan makan malam. Penampilan electone lokal cukup menarik. Tak ketinggalan temen-temen ikut bernyanyi.

Mungkin acara yang paling menarik adalah malam setelah makan. Walaupun cuaca panas tidak mengenal waktu (siang panas malam gerah), acara lomba Gaple dan PS dibumbui tanding Counter Strike cukup menyenangkan. Begitu rasa bosan menyergap, main bilyard jadi pilihan hingga jam 2 pagi.

Ini dia acara yang membosankan. Rupanya peserta yang "sendirian" kurang berminat untuk masuk ke area WBL (lagi-lagi karena alasan panas). So habislah waktu dengan bermain biyard hingga perjalanan pulang jam 1 siang.

Kalaupun ada moment paling berkesan dari tempat ini adalah indahya sunset.
To pak Herry & pak Budi: Maaf pak fotonya tak culik...:D

Wednesday, August 20, 2008

Watu Ulo + Tanjung Papuma 13 Agustus 08

Hari kedua di Jember saya isi dengan mengunjungi beberapa obyek wisata. Menurut beberapa sumber, kota ini memiliki obyek wisata yang cukup menarik, diantaranya adalah Watu Ulo dan Tanjung Papuma.

Watu ulo terletak di sebelah selatan kota Jember, lebih tepatnya berjarak 30 KM atau sekitar 45 menit perjalanan darat. Menurut saya tempat ini biasa saja, tak lebih hanya sebuah pantai dengan pasir coklat. Kalau ada batu yang mirip ular, ah saya rasa tidak…:)

Sebelah barat tempat ini didapati sebuah pantai dan tanjung yang lebih menarik. Ya…, Tanjung Papuma. Pasir putih disini terkesan masih alami. Sepertinya hal ini karena pengunjung tempat ini yang relatif sedikit (atau karena hari kerja ya…?). View akan semakin menarik jika kita naik ke puncak tanjung. Dari sana kia bisa melihat dua pantai sekaligus. Sebelah kiri pasir putih, sebelah kanan bebatuan karang berjumlah kurang lebih puluhan dalam ukuran besar.

Jika Anda kebetulan lewat atau sedang ke kota Jember, tidak ada salahnya untuk mencicipi tempat ini. Untuk preview, silahkan mampi ke sini (jika foto yang tersedia kurang menarik mohon dimaklumi, pakai kamera jadul hehehe…)

Tuesday, August 19, 2008

Jember (12 Agustus 08)

Akhirnya selesai sudah rasa penasaranku akan kota ini, salah satu kota besar di Jawa Timur. Kesan pertama ketika memasuki gerbang kabupaten Jember adalah dingin. Walaupun tidak sedingin kota malang, namun dia memiliki beberapa hutan yang masih hijau terpelihara. Terbukti ketika sampai di daerah Tanggul, kudapati Masjid yang memakai jasa sumber air alami yang melimpah ruah, bahkan sampai dibuang-buang!!!

Memasuki daerah kota, suhu udara mulai menghangat. Kalau dikelilingi, yah mungkin beda tipislah dengan kotaku, heheh...mekso :D Nah, yang membuatku heran adalah (mungkin anda yang kebetulan membaca berkenan untuk menjawab), apa sumber pendapatan kota ini sehingga bisa menjadi salah satu kota yang cukup besar? (misalnya Kediri dengan pabrik rokoknya yang terkenal itu, atau Tulungagung dengan Retjo Pentungnya hehe...)

Thursday, August 07, 2008

Kintamani 30 July 08

For this time, saya sedang tidak ingin melihat pantai. Satu alasan yang paling masuk akal adalah “boring”. Suasana angin yang pekat bercampur pasir plus pemandangan yang itu-itu saja benar menggenerate rasa itu. Maka diputuskanlah mengunjungi tempat lain yang better, dan tidak monoton.

Iya…Kintamani, tempat yang konon sangat indah akan pemandangan pegunungan plus danau. Walaupun jarak membentang sekitar 80 KM dari denpasar, rasanya tidak menjadi masalah. Hanya mungkin harus bangun lebih awal saja.

Kesan pertama begitu sampai di lokasi ini adalah indah, asri, namun gersang. Kenapa? Batu-batuan hitam dekat danau mirip hutan yang baru terbakar jika dilihat dari “mountain view”. Danau yang biru bersih menyambut ketika sampai bawah. Jika ingin melihat mayat yang tidak bau, disinilah tempatnya. Namun anda harus menyeberang danau untuk mencapai lokasi tersebut, karena tidak ada akses masuk berupa jalan raya. Konon, mayat-mayat tersebut tidak bau karena semua telah diserap pohon-pohon di sekitarnya.

Jika anda mengharap rekomendasi saya mengenai tempat ini, maka jawaban saya adalah “tidak”. Bukan bermaksud menghalangi, ataupun merusak rezeki orang, namun tempat ini benar-benar sepi bahkan saya sendiri bingung bagaimana harus menikmatinya. Perjuangan yang dilakukan tidak sebanding dengan apa yang didapat.

Salam kecewa

The Park

Taman merupakan bagian yang tak terpisahkan dari sebuah rumah. Atau lebih tepatnya adalah “tempat tinggal”. Taman yang indah, elok dan menarik tentunya akan membuat penghuni betah untuk berlama-lama memandang. Berbagai model taman seakan tidak pernah ada habisnya, bagaikan musisi menciptakan ratusan bahkan ribuan kompisisi lagu.

Kali ini saya akan memamerkan satu saja contoh taman yang menurut pandangan saya sungguh menggoda untuk dinikmati. Mungkin yang kebetulan mampir tempat ini akan mendapatkan inspirasi untuk membangun taman yang menarik dari gambar-gambar tersebut. Silahkan…

Memang Enak Tidak Bekerja

Judul diatas saya ambil dari status ym salah seorang bos di kantor. Sebuah kalimat yang tidak boleh ditelan mentah-mentah tentunya. Hanya dirumah tidur, makan, merokok, nonton TV, uang mengalir otomatis ke rekening pribadi, hmm…sungguh nikmat dunia…

Jangan dikira jika situasi diatas melanda anda, maka urusan dunia akan selesai. Jika berpikir demikian, maka anda salah besar. Saya berani taruhan kenikmatan itu hanya akan berada di pikiran maksimal 2 minggu sejak anda start. Rasa boring yang amat sangat akan melanda mulai hari ke 15, dan bila hal itu terus berlanjut, stres akan datang di hari ke 30.

Perlunya keseimbangan pada hidup manusia menjadi dasar statement diatas. Walaupun dengan tanpa melakukan apa-apa mungkin anda sudah begitu berkecukupan atau bahkan berlebihan, tapi bawaan hidup tidak bisa anda bohongi.

Hmmm…
Memang enak tidak bekerja…